FMC Learning Centre Hadir untuk Informasi Seputar Hama di Karawang

FMC Learning Centre Hadir untuk Informasi Seputar Hama di Karawang – Kini petani sekitar Karawang, Jabar, bisa memperoleh informasi dan pengetahuan tentang hama dan penyakit padi lebih mudah dengan mengunjungi FMC Learning Centre. FMC hadir lebih dekat untuk petani. Melalui PT Bina Guna Kimia, perusahaan formulator pestisida itu baru saja meresmikan FMC Learning Centre (FLC) di Karawang, Jabar (18/7). Hadir dalam acara peresmian tersebut jajaran pim – pinan FMC, tim R&D Asia Pasifik, tim pemasaran, teknisi lapangan FMC, dan para petani. Para tamu undangan mendapat kesempatan berkeliling melihat lahan percobaan demonstrasi produk-produk FMC. Sanjay Sharma, APAC Biology Leader memaparkan, FMC akan memegang teguh komitmen untuk menghadirkan teknologi terbaik bagi para petani. “Para petani seperti Anda adalah pahlawan bagi negara dan dunia.

Sehingga kami, harus memberi komitmen terbaik untuk membantu menyelamatkan tanaman Anda de – ngan cara terbaik,” ungkapnya pada sambutan pembukaan di hadapan se – kitar 53 tokoh petani wilayah pantai utara (Pantura) Jawa. Bagi perusahaan asal Amerika ini, FLC berperan penting demi sampainya teknologi kepada para petani. Rudi Handoyo, Countr y Business Manager PT Bina Guna Kimia (FMC) me ngatakan, tujuan adanya FLC untuk transfer teknologi FMC supaya sampai kepada petani. “Teknologi tidak akan ber guna jika tidak sampai pada pengguna akhir,” jelasnya. Di lahan sekitar 3 ha ini terdapat fasili tas lengkap untuk pengembangan produk-produk FMC. Antara lain ada ruang pertemuan tertutup, terbuka, rumah kaca, ruang penyimpanan be – nih, tempat percobaan aplikasi produk, dan ada juga tempat pengelolaan limbahnya. Di lahan percobaan, petani dipersilakan melihat langsung performa produk-produk terbaik produksi FMC.

Fokus Padi

Padi merupakan komoditas strategis di Indonesia karena mayoritas masyarakatnya mengonsumsi beras sebagai makanan utama. Dan Karawang terbilang salah satu lokasi lumbung padi nasional. Dengan berjalannya waktu, tantangan demi tantangan bertani padi di kawasan ini terus berdatangan. Mu – lai dari beralihnya lahan pertanian menjadi kawasan industri hingga se – rangan hama dan penyakit yang datang silih berganti. Seiring program pemerintah untuk meraih swasembada pangan, FMC hadir memberi solusi di level on farm. Produk yang ditawarkan berupa tek – nologi kesehatan hingga perlindung – an tanaman. “Kita punya divisi baru, yaitu divisi plant health. Teknologi ini berbasis biologi dan organik untuk tanah maupun tanaman,” terang Rudi. Beberapa produk bermanfaat memperbaiki struktur tanah.

Ke depannya, pihak FMC akan terus mengedukasi petani supaya bisa mencapai produksi padi secara optimal. “Insya Allah kita akan bersama-sama demi kemajuan Indonesia,” ujarnya. Dengan tim yang berdedikasi tinggi, semua berfokus membangun Indone – sia secara bersama-sama. Produk-produk perlindungan tanam – an milik FMC sudah banyak beredar di pasaran. Mulai dari persemaian, hingga perawatan. Saat persemaian, FMC menyediakan Ferterra untuk me lindungi padi dari penggerek ba – tang (stem borer). Kemudian umur 10 hari setelah tanam (HST) – 14 HST, petani bisa menggunakan Ally, si pe – ngendali gulma. Masuk fase pengisian bulir, penggerek datang mulai berdatangan. Pe – tani boleh pilih Prevathon atau Heksa. Jika ada wereng, baiknya mengguna – kan Stargate sebanyak tiga kali. Jadi, ada solusi pada setiap tahapan pertumbuhan padi. Jika petani belum paham, silakan datang untuk berkonsultasi secara langsung dengan tim FMC.

Leave a Reply